Nama saya Usman, umur 30 tahun. Saya terkena HIV akibat jarum suntik secara bergantian. Dulu, saya adalah pengguna narkoba jenis putaw (heroin) pada tahun 1995.
Saya menggunakan narkoba awalnya mencoba-coba akibat pergaulan teman di lingkungan rumah. Awalnya, mengisap ganja waktu SMP. Lalu minum-minuman keras. Kemudian berlanjut ke putaw saat SMA. Untuk putaw, awalnya saya juga ditawarin sama teman. Saya mengetahui saya terkena HIV pada tahun 1998 di sebuah panti rehabilitasi di daerah Sukabumi. Waktu tahu saya terkena HIV, saya shock. Saya pikir, buat apa saya hidup. Karena, waktu itu yang saya tahu tentang penyakit ini sangatlah berbahaya dan menakutkan.
Saya keluar dari panti rehabilitasi dan saya kembali menggunakan narkoba. Itu karena saya pikir penyakit ini tidak ada obatnya dan mungkin keluarga saya tidak akan menerima saya lagi.
Pada tahun 2003, saya jatuh sakit akibat paru-paru. Waktu itu saya tidak bisa berjalan karena kaki saya mati rasa sebelah. Mungkin Tuhan memberi saya sakit supaya saya tidak menggunakan narkoba lagi.
Pada Agustus 2003 saya dirawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais oleh Dr. Samsuridjal Djauzi. Saya mulai mengenal Yayasan Pelita Ilmu (YPI) dari Dr. Samsuridjal. Kawan-kawan dari YPI pun memberi support kepada saya. Support kawan-kawan dari YPI membuat semangat hidup saya kembali lagi. Saya bersyukur bahwa keluarga saya semuanya menerima saya apa adanya.
Sampai sekarang, saya selalu berkumpul bersama-sama teman dari YPI untuk memberikan support kepada teman-teman ODHA.
Menurut saya, “Jangan sekali-kali coba gunakan putaw... karena efeknya sangat dahsyat dan kita akan terkena suatu penyakit, yakni liver, hepatitis, bahkan HIV.”
Saya menceritakan kisah saya ini agar teman-teman tidak terjerumus dengan narkoba. Jangan sekali-kali untuk mencoba karena sesuatu yang dilarang Tuhan pasti akan terkena sesuatu penyakit yang sangat menakutkan.
Jangan Sekali-Kali Coba Gunakan Putaw, Bisa Terkena HIV Akhirnya...
Last Updated on Sunday, 20 March 2011 12:19























