Yayasan Pelita Ilmu

Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi (PMTCT) : Pengalaman Yayasan Pelita Ilmu

Sejak dilaporkan pertama kali pada tahun 1987, jumlah kasus HIV dan AIDS terus bertambah di Indonesia. Menurut data Kemenkes RI, pada akhir Juni 2011 dilaporkan sebanyak 26.483 kasus AIDS, sebanyak 78% diantaranya berusia reproduksi aktif (20-39 tahun). Pada tahun 2009 diperkirakan jumlah orang yang terinfeksi HIV sudah mencapai 298.000 orang dengan 25% diantaranya adalah perempuan. Kondisi ini menunjukkan telah terjadi feminisasi epidemi HIV di Indonesia. Dari hasil proyeksi HIV yang dibuat KPAN, diperkirakan pada waktu mendatang akan terdapat peningkatan prevalensi HIV pada populasi usia 15-49 tahun dari 0,22% pada tahun 2008 menjadi 0,37% di tahun 2014; serta peningkatan jumlah infeksi baru HIV pada perempuan, sehingga akan berdampak meningkatnya jumlah infeksi HIV pada anak. Menurut estimasi Depkes, pada tahun 2009 terdapat 3.045 kasus baru HIV pada anak dengan kasus kumulatif 7.546; sedangkan pada tahun 2014 diperkirakan terdapat 5.775 kasus baru dengan 34.287 kasus kumulatif anak HIV di seluruh Indonesia.


Kondisi di atas menunjukkan pentingnya implementasi program prevention of mother to child transmission of HIV (PMTCT) yang bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan bayi dari infeksi HIV. Program PMTCT komprehensif berupaya meningkatkan kepedulian dan pengetahuan perempuan perempuan usia reproduktif tentang HIV dan AIDS; meningkatkan akses perempuan hamil untuk mendapatkan layanan konseling dan testing HIV (VCT); meningkatkan akses perempuan hamil HIV positif untuk mendapatkan layanan pengurangan risiko penularan HIV ke bayinya (dari semula 25 – 45 persen menjadi sekitar 2 persen); serta meningkatkan akses perempuan HIV positif dan keluarganya untuk mendapatkan layanan psikologis dan sosial agar kualitas hidupnya terjaga.


Pengalaman PMTCT YPI


Yayasan Pelita Ilmu telah menjalankan Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi (PMTCT) sejak tahun 1999. Dengan bantuan dana The Becton Dickinson Company (setelah menjadi salah satu pemenang lomba penulisan proposal tingkat Asia Pasifik), YPI menjalankan program “Konseling dan Testing bagi Ibu Hamil di Daerah Kumuh di DKI Jakarta” dari tahun 1999 – 2001. Selama dua tahun tersebut, telah dimotivasi sebanyak 574 perempuan hamil untuk mengikuti layanan konseling dan testing di DKI Jakarta. Sebanyak 558 diantaranya secara sukarela bersedia mendapatkan layanan konseling dan testing HIV (VCT). Dari layanan VCT dan rujukan beberapa layanan kesehatan, melalui program ini diketahui sebanyak 16 orang ibu hamil HIV positif. Enam orang diantaranya memilih untuk menjalani operasi caesar. Sebanyak dua bayi yang dilahirkan dites PCR, dengan hasil keduanya HIV negatif.


Berbekal pengalaman tersebut, YPI kembali menjalankan program PMTCT mulai tahun 2003 hingga pertengahan tahun 2006 dengan bantuan dana GFATM melalui Depkes RI. Dari Juli 2003 hingga Juni 2006 sebanyak 2.470 ibu hamil bersedia menjalani konseling dan tes HIV. Sebelas orang diketahui HIV positif. Sementara sebanyak 44 orang ibu hamil HIV positif dari berbagai layanan kesehatan dirujuk ke program PMTCT YPI. Sebanyak 35 orang di antaranya  mendapatkan layanan operasi caesar. Bantuan susu formula untuk bayi diberikan kepada 20 orang di antara mereka.


Agak berbeda dengan program PMTCT periode 1999 – 2001 yang lebih memfokuskan kegiatan Prong III PMTCT (pencegahan HIV dari ibu HIV positif ke janin yang dikandungnya), maka program PMTCT bantuan GFATM ini juga menjalankan kegiatan-kegiatan Prong I, Prong II dan Prong IV PMTCT, mengikuti prinsip layanan PMTCT komprehensif dari WHO/UNAIDS/UNICEF. Kegiatan Prong I bertujuan mencegah penularan HIV pada perempuan usia reproduktif (penyuluhan di masyarakat). Sementara kegiatan pada Prong II bertujuan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan HIV positif (konseling, dampingan relawan). Sedangkan kegiatan pada Prong IV bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial untuk perempuan HIV positif dan bayinya (home-visit, pertemuan support group Odha perempuan).


Program PMTCT YPI selalu diintegrasikan dengan kegiatan safe motherhood sehingga tidak hanya mencegah penularan HIV ke bayi bagi ibu yang diketahui HIV positif, namun juga bermanfaat bagi seluruh ibu hamil yang mengikuti program agar melakukan persalinan yang aman. Kekuatan program ini adalah karena adanya para ibu-ibu kader terlatih yang mampu memotivasi para ibu hamil di lingkungannya untuk mengikuti penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil, konseling dan testing HIV. Selain itu, terdapat tenaga relawan yang mampu memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada perempuan HIV positif dan keluarganya.


Program PMTCT YPI bisa berjalan dengan baik karena memiliki hubungan kerja yang saling membantu dengan tenaga kesehatan di rumah sakit. Dokter kebidanan yang telah terlatih di rumah sakit melayani persalinan aman (caesar), sementara dokter anak memberikan layanan perawatan dan pengobatan untuk anak-anak yang dilahirkan ibu HIV positif. Pihak rumah sakit juga memberikan layanan tes HIV, tes CD4, tes PCR ataupun konseling/pemberian ARV bagi Odha yang memerlukan.


Pengalaman YPI menjalankan program PMTCT menjadi referensi pembuatan Buku Pedoman Nasional PMTCT Depkes RI pada tahun 2006. Di awal September 2006, YPI mendapat tugas dari Depkes (Direktorat Bina Kesehatan Ibu) –dengan dukungan dana UNICEF- untuk menyelenggarakan Pelatihan Pelatih (ToT) PMTCT bagi Petugas Kesehatan dan Tenaga Masyarakat dari 11 Provinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Irian Jaya Barat, Nangro Aceh Darussalam dan Sumatera Utara). Selanjutnya, pelatihan serupa juga kembali diadakan di bulan Maret 2007 dengan dana DIPA 2007 Binkesbu Depkes, yaitu untuk Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.


Perluasan Program PMTCT YPI ke Provinsi Lain


Menyadari potensi masalah PMTCT di provinsi lain, serta melihat bekal pengalaman dan sumber daya yang dimiliki, Yayasan Pelita Ilmu sejak bulan Oktober 2006 menjalankan program perluasan implementasi program PMTCT komprehensif di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Banten. Proyek tersebut mendapat dukungan dana GFATM komponen HIV/AIDS Ronde ke-4 hingga bulan Maret 2007. Proyek tersebut berlangsung atas kerjasama YPI dengan LSM setempat, yaitu: 1) PKBI Cabang Jawa Barat; 2) PKBI Kota Semarang; 3) Yayasan Mulya Abadi, Surabaya; 4) Yayasan Gaya Celebes, Makassar; 5) Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua, Jayapura; dan 6) YPI Banten.


Setelah empat orang per provinsi mengikuti magang PMTCT komprehensif pada bulan November 2006 selama 10 hari di Jakarta, mereka langsung mengadakan berbagai kegiatan di daerahnya masing-masing, seperti seminar advokasi PMTCT; pelatihan kader PMTCT; penyuluhan PMTCT untuk perempuan usia reproduktif; mobile-VCT bagi ibu hamil; operasi caesar bagi ibu hamil HIV positif; pemberian susu formula untuk bayi; home-visit; bantuan nutrisi; pelatihan kerja mandiri dan bantuan modal usaha untuk ibu HIV positif.


Kebutuhan Kesinambungan Program


Di saat respons dan kebutuhan masyarakat sedang meningkat, sayangnya program layanan implementasi PMTCT di enam provinsi tersebut hanya berlangsung hingga akhir Maret 2007. Padahal, berdasarkan hasil pertemuan evaluasi pengelola program PMTCT dari enam provinsi pada pertengahan Maret 2007 di Jakarta, terdapat beberapa realita lapangan yang masih membutuhkan kesinambungan dari program tersebut.


Memperhatikan kondisi di atas, maka YPI mengajukan kembali dukungan dana dari proyek GFATM Komponen HIV/AIDS Ronde 4 demi menjaga kesinambungan program layanan PMTCT komprehensif di enam provinsi. Namun, berhubung pada bulan Maret 2007 terjadi penghentian sementara dana GFATM Ronde 4 ke Indonesia, maka program tersebut ikut terhenti. Di tahun 2008, GFATM telah setuju untuk menyalurkan kembali dana ke Indonesia. Setelah satu tahun terhenti, program PMTCT komprehensif YPI akhirnya bisa kembali berjalan mulai bulan April 2008. Proyek kali ini dinamakan ”Penguatan Layanan PMTCT Komprehensif di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua” dan berlangsung hingga Maret 2009.


Selanjutnya, proyek tersebut dilanjutkan dengan perluasan ke dua provinsi baru yaitu Kepulauan Riau dan Bali, sehingga berjalan di sembilan provinsi mulai April 2009 hingga Maret 2010. Di Kepulauan Riau, LSM yang menjadi mitra YPI adalah Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) Batam, sedangkan di Bali adalah Yayasan Kertipraja Denpasar.


Dipertengahan tahun 2010, program PMTCT komprehensif YPI kembali berlanjut dengan dukungan GFATM SSF dengan lokasi kegiatan di delapan provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Kepulauan Riau dan Bali. Program tersebut terhenti pada akhir Desember  2010.


Secara keseluruhan, dari tahun 1999 hingga 2010, sebanyak 12.241 ibu hamil telah mengikuti konseling pre-test HIV di 9 provinsi; sebanyak 11.499 dari mereka menjalani test darah; 11.109 menjalani konseling post-test HIV; 61 orang diantaranya diketahui hasil testnya HIV positif. Program PMTCT komprehensif ini juga menerima sebanyak 111 kasus rujukan ibu hamil HIV positif dari berbagai rumah sakit. Sebanyak 133 orang dari 172 ibu hamil HIV posotof tersebut mendapatkan ARV profilaksis; 110 orang dibantu layanan operasi caesar; 131 bayi mendapatkan susu formula. Sebanyak 58 bayi menjalani test PCR; 1 orang diantaranya didiagnosa HIV positif.


Pada saat kunjungan Ibu Menteri Kesehatan RI, Dr. Endang Sedyaningsih, MPH, PhD, ke YPI pada bulan April 2011, pengurus YPI beserta para perempuan HIV positif dan keluarganya sempat menyampaikan tentang situasi dan kondisi lapangan yang berhubungan dengan kebutuhan layanan PMTCT. Ibu Menteri menyambut positif usulan lapangan tersebut serta menyampaikan dukungan dan komitmen terhadap kesinambungan layanan PMTCT di Indonesia.

 

Informasi Terkini

Image
Kampanye Tema Kekerasan Seksual pada Remaja dan Anak
Tuesday, 06 May 2014
Kampanye dengan Tema Kekerasan Seksual pada Remaja dan Anak di Bundaran HI pada hari Minggu, 4 Mei 2014 yang dilakukan oleh FPKRI (Forum Peduli... Read more...
Image
T-Shirt "YPI 25"
Friday, 11 April 2014
Miliki T-Shirt "YPI 25". Diproduksi dalam rangka ulang tahun Pelita Ilmu ke 25. Bahan Combat 30s, ukuran all size, harga Rp. 50.000,-. Yang berminat... Read more...
Image
PENGUMUMAN : Pindah Kantor
Saturday, 01 February 2014
Mulai tanggal 1 Februari 2014, Sekretariat Yayasan Pelita Ilmu beralamat di: Jl. Kebon Baru IV No. 16, Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan 12830 ... Read more...
Image
Perpisahan Sekretariat YPI di Tebet Timur
Saturday, 01 February 2014
Sejak awal tahun 1990-an, Sekretariat Yayasan Pelita Ilmu beralamat di Jl. Tebet Timur Dalam VIII Q/6. Setelah 20 tahun, sekretariat YPI akan pindah... Read more...
Image
Charity for Children with HIV/AIDS
Wednesday, 08 January 2014
Rabu, 8 Jan 2014, General Manager Hotel GRAND ZURI, Bpk. Jaka Priatna dan staf yang beralamat di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, menyerahkan... Read more...
Image
Tabungan Dana untuk Anak - Program Mitigasi
Tuesday, 24 December 2013
Dengan dukungan Kemensos RI, Yayasan Pelita Ilmu menjalankan Program Mitigasi Dampak HIV dengan memberikan bantuan dana kepada 200 anak di Jakarta... Read more...
Image
Pelatihan Kepatuhan Minum Obat
Tuesday, 24 December 2013
Kepatuhan minum obat (adherence) ARV sangat penting bagi Odha untuk mencapai hasil optimal pengobatan, yaitu CD4 yang meningkat dan kadar virus (VL)... Read more...
Image
Seminar Pendidikan Kespro dan Seksual Komprehensif
Thursday, 19 December 2013
Yayasan Pelita Ilmu telah menjalankan kegiatan Pendidikan Kespro & Seksual Kompehensif bagi Remaja melalui Modul Berbasis Komputer DAKU (Dunia... Read more...
Image
Penyuluhan AIDS SMA BPK Penabur
Wednesday, 11 December 2013
Sekitar 300 siswa SMA BPK Penabur menghadiri acara Penyuluhan AIDS di Hall sekolah mereka di Kalimalang, Jakarta Timur, 22 November 2013. Tim YPI... Read more...
Image
Kuliah Umum HIV-AIDS di Akper RS Jakarta
Wednesday, 11 December 2013
Ikatan Mahasiswa Akademi Perawat RS Jakarta mengadakan acara Kuliah Umum HIV-AIDS, 10 Desember 2013, yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa, termasuk... Read more...
Image
“AYO BELI, AYO PEDULI”
Wednesday, 04 December 2013
    Hari Minggu pagi, 1 Desember 2013 berlangsung acara “AYO BELI, AYO PEDULI” di Pasar Tanah Abang Blok G. Acara yang sekaligus memperingati... Read more...
Image
Xpresikan HAKmu
Wednesday, 18 September 2013
Aliansi Satu Visi yang dimotori oleh Yayasan Pelita Ilmu sukses mengadakan perayakan World Sexual Health Day 8 September 2013 di Bunderan HI.... Read more...
Image
Pelatihan Jurnalistik Dasar Bagi Remaja
Wednesday, 10 October 2012
  Untuk lebih meningkatkan kualitas informasi maupun diskusi dalam Forum Remaja akan isu Kesehatan Reproduksi dan Seksual, diperlukan peningkatan... Read more...
Image
Menstruasi
Saturday, 14 May 2011
Apa hal yang paling heboh yang menandai masa puber kaum cewek ? Pasti kamu akan jawab menstruasi atau haid.Haid yang pertama kali (menarche) 13... Read more...
Image
Alat Reproduksi
Friday, 19 December 2008
ALAT REPRODUKSI PEREMPUANAlat reproduksi perempuan yang terlihat dari luar cuma bibir kemaluan dan lobang senggama yang ditutupi bulu kelamin. Alat... Read more...
Image
Pengertian Dasar Narkoba
Friday, 19 December 2008
Narkoba itu adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya atau bisa disebut juga NAPZA, singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat... Read more...
Image
infeksi Hepatitis C - HIV : Permasalahan dan Penatalaksanaan
Friday, 19 December 2008
Koinfeksi Hepatitis C-HIV sering ditemukan, mungkin hal ini disebabkan karena penularan virus hepatitis C dan HIV terjadi melalui jalur yang serupa... Read more...
Image
Jangan Sekali-Kali Coba Gunakan Putaw, Bisa Terkena HIV Akhirnya...
Friday, 19 December 2008
Nama saya Usman, umur 30 tahun. Saya terkena HIV akibat jarum suntik secara bergantian. Dulu, saya adalah pengguna narkoba jenis putaw (heroin) pada... Read more...
You are here