Yayasan Pelita Ilmu sejak tahun 2010 menjalankan program penjangkauan populasi kunci di 11 provinsi, yaitu: Sumbar, Lampung, Banten, Yogyakarta, Kalbar, Kalsel, Kaltim, Sulut, Maluku, NTB, NTT. Populasi kunci yang dijangkau tersebut adalah wanita penjaja seks (WPS), pecandu narkoba suntik (IDU), lelaki seks lelaki (LSL), pelanggan WPS/lelaki resiko tinggi, dan waria. Program ini didukung oleh GFATM, dengan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi principle recipient (PR) dan YPI bertindak sebagai SR (sub-recipient). Di 11 provinsi tersebut, YPI bekerjasama dengan 11 LSM setempat sebagai SSR (sub-sub recipient), yaitu Yayasan Lantera Minangkabau, PKBI Lampung, Sankar Tangerang, Vesta Yogyakarta, Yayasan Pontianak Plus, LKKNU Kalsel, Yayasan LARAS, LKKNU Sulut, LPPM Maluku, Yayasan Inset, Yayasan Tanpa Batas. Sebanyak 143 petugas lapangan di 11 provinsi tersebut menjangkau populasi kunci dengan menyampaikan informasi pencegahan HIV, memberikan materi KIE, menyediakan kondom, serta mengajak dan menemani mereka ke sarana kesehatan untuk mendapatkan layanan VCT, IMS, PMTCT, harm reduction, ataupun ke PABM (pemulihan adiksi berbasis masyarakat). Program fase pertama berlangsung 2010 – 2012, dan akan berlanjut fase kedua pada tahun 2012 – 2015. Melalui program ini, direncanakan sebanyak 80% populasi kunci di 11 provinsi tersebut terjangkau pada tahun 2015, dan ditargetkan sebanyak 70% dari mereka menjalani perubahan perilaku dan mengikuti layanan VCT untuk mendapatkan konseling dan tes HIV.




















